Sang Pembela Islam

BismillahirRahmanirRahim

Medet ya SahibulSaif Sheykh Abdul Kerim Effendi Hz

 Sang Pembela Islam 

canakkale10

Keunggulan perjuangan Perajurit Muhammad
menjulang kecemerlang di Canakkale
Ya Muhammad! Teriakkan kalimat terakhir
sebelum gugur di medan tempur
Roh berduyun-duyun menggapai langit merah
Pahlawan unggul Muhammad
gugur damai di medan Perang
O betapa kembang nan harum tumbuh mekar
dari tetesan darah mengalir bagai kesturi

Seabad telah lewat namun manusia tak mengenal
perjuangan dan pengorbanan demi Islam
Tatkala perang berlangsung sengit
pembela Islam teguh berdiri
membangun benteng menangkis serangan
Satu kapal menghentam ratusan di pesisir laut
Namun Si Raja Singa mengaum terus
menggentarkan hati membekukan jiwa musuh agama!

Ya Sheykh Medet. Ya Rasul Medet. Ya Allah Medet.
Di bawah terik matahari, serdadu-serdadu Mevlavi, Naksibendi, Qadiri
mengawasi musuh dengan bayonet terpasang di hujung senjata
Gerakan terbatas di parit perlindungan,
hidup disisi mayat rakan taulan yang tewas dalam pertempuran
Pengkhianat mengancam dari dalam dan luar
hanya untuk meraih seuncang kemewahan
Namun Singa mengaum deras
“Terus tatap ke depan! Jangan menyerah! Kuatlah!

Maka menjelmalah Tentera Sultan Abdul Hamid Khan
berdiri teguh di atas tebing memayungi bumi
Terdengar ledakan yang menggegarkan
gegendang telinga musuh
silau mata musuh memandang
kilau cahaya perajurit Islam memercikkan keajaiban.
Justru shaitan terasa terperangkap dan tiada daya untuk berterusan

Hingga kini Dunia masih menyembunyikan fakta
Angka kematian menjadi rahsia
Namun sesungguhnya kehebatan Allah melindungi bumi Islam
Disertai semangat Sultan Akhir Zaman dan SahibulSaif
Lihatlah betapa mereka mematahkan semangat musuh
yang menanti serba lengkap dengan senjata canggih

O mengucurlah darah yang teramat merah
membasahi bumi pertiwi di mana mawar mula merekah
Keunggulan perjuangan Perajurit Muhammad
menjulang kecemerlang di Canakkale
Ya Muhammad! Teriakkan kalimat terakhir
sebelum gugur di medan tempur
Roh berduyun-duyun menggapai langit merah
Pahlawan Muhammad mengorbankan diri
hingga titisan darah terakhir
tumpah membasahi bumi seraya berucap,
“Asyhadu alla Ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.”
O betapa kembang nan harum tumbuh mekar
dari tetesan darah mengalir bagai kesturi

martyrs

Osmanli Dergahi NY
18 March 2015
27 Jamadilawal 1436

This entry was posted in OsmanliJB. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s