Penyebab kebutaan Qalbu

BismillahirRahmanirRahim

Sheykh pray for the ummat

Seseorang hamba Allah swt tidak sepatutnya melepaskan diri dari penyerahan kepada Allah Yang Maha Mengatur. Hanya Allah swt yang berhak untuk menentukan. Allah swt Berdiri Dengan Sendiri, tidak ada sesiapa yang mampu campur tangan dalam urusan-Nya. Jika seseorang hamba tidak memberi penyerahan total kepada kehendak Allah swt, maka di dalam hatinya tersemai benih syirik yang tersembunyi. Ia dikatakan tersembunyi kerana kita cuai dan gagal untuk mengesannya. Rasulullah (asws) telah mengingatkan umatnya tentang bahaya syirik tersebut. Baginda amat khuatir terhadap umat sesudahnya sebagaimana yang tercatat dalam sebuah hadiths bermaksud, “Perkara yang paling aku takuti atas umatku ialah syirik yang tersembunyi.”

Oleh itu, jika seseorang hamba menyerahkan kehendaknya kepada kehendak Allah swt…Huh, Bolehkah sesiapa berkata, “aku menyerahkan kehendak ku kepada kehendak Allah (swt)”? Jika manusia memberi penyerahan seutuhnya kepada kehendak Allah swt, maka dia harus sentiasa mendengar kata-kata yang berterusan, ketika dulu Allah mengambil janji setiap manusia saat mereka belum dilahirkan ke dunia: “Alastu birabbikum? – bukankah Aku ini Rabbmu? begitu Allah bertanya dalam firman-Nya Surat Al A’raf ayat 172. Kita pun menjawab, “Qaalu Bala – ya, kami menyaksikan.” Apakah kita masih mau mengingkari janji tersebut? Pertanyaan Allah ini berterusan. “Alastu birabbikum” – bukankah Aku ini Rabbmu?

Namun, dalam perjalanannya, saat manusia dilahirkan, manusia lupa dan lalai. Karena itu, Allah mengutus Nabi dan Rasul, serta menurunkan wahyu agar manusia dapat kembali di jalan-Nya dan mengingat kembali Perjanjian kita kepada Allah swt di alam Roh itu. Apabila kamu dapati bahawa kamu tidak tahu di mana Tuhan kamu berada, maka kamu berada dalam kesusahan. Hubungan kamu dengan alam Syurgawi terputus karena hati telah dibutakan oleh sifat-sifat rendah kemanusiaan sehingga merasa bahwa Allah tak tampak, tertutup, tersembunyi dan tak dapat dirasakan keberadaan-Nya. Penyebab kebutaan Qalbu adalah karena adanya hijab-hijab yang gelap, lalai dan lupa karena jauhnya diri dari menepati janji pada Allah saat di Alam Roh. Qalbu itu telah dikuasai oleh sifat-sifat tercela, seperti sombong, dendam, dengki, kikir, dan sifat-sifat tercela lainnya. Sifat-sifat inilah yang mengakibatkan manusia jatuh ke derajat yang paling rendah, dan kamu tidak akan bisa mengingati hari Perjanjian Alastu Birabikkum di alam Roh. Jika kamu tidak mengingati hari itu, mustahil bagi kamu untuk mengetahui apa yang akan berlaku di hari muka. Dan mustahil bagi kamu untuk mengetahui apa yang sedang disampaikan kini oleh Allah Rabbul Izzat.

Adapun cara menghilangkan sifat-sifat yang tercela tersebut adalah dengan membersihkan cermin Qalbu/hati. Hati itu seperti lautan tanpa tepi, dimana segala apa saja bisa masuk kedalam hati. Karena Hati itu diibaratkan lautan, maka barangsiapa yang tidak mengerti tentang apa yang dilakukannya dan apa tujuan hidupnya serta ke mana ia akan kembali, maka ia akan terbawa oleh gelombang hawa nafsu. Adalah mustahil bagi kamu untuk menyelami samudera hakikat yang maha luas ini dengan sendirian. Kamu memerlukan seorang pembimbing yang ahli dibidangnya agar tidak tersesat. Pembimbing yang juga dikenali sebagai Guru Mursyid mempunyai ciri dan nilai sempurna sebagai pembawa wasilah dari Allah swt. Dengan berpegang teguh kepada penuntun jalan ini maka hidup kamu akan benar-benar terbimbing ke jalan Allah swt dan akan menghasilkan hidupnya kalbu dengan cahaya tauhid dan sifat-sifatnya. Dengan cara bersendirian, kamu tidak akan pernah menemui apa yang dicari, malah kamu akan terus kehilangan arah dan tersesat dalam arung kehidupan. Mungkin kamu adalah seorang bijak pandai yang pakar mengenai komputer, namun kamu tetap tidak boleh menemui kebenaran. Kamu boleh memecahkan kod bagi setiap komputer di dunia tetapi kamu tidak boleh memecahkan kod untuk memasuki Syurga. Kod itu harus diberikan kepada kamu. Mereka harus memberikan kod itu ke tangan kamu dengan berkata, “inilah nombor Kod kamu. Tekan nombor itu dan dipersilakan masuk.’

Inilah kenyataannya. Jika kamu tidak memberi penyerahan seutuhnya kepada seseorang yang merupakan Sahabat Allah (swt), yang sedang mengikuti jejak langkah Rasulullah (asws), maka kamu mempunyai kesombongan di dalam jiwa. Ego dan kesombongan. Dan sesiapa yang ada sifat sombong di dalam hatinya sebesar biji sawi dan dia tidak berusaha untuk membuangnya, nescaya akan ditelengkupkan mukanya oleh Allah ke dalam api neraka.

stock-vector-vector-vintage-borders-54193183 (2)Sheykh Lokman Efendi Hz,
Khalifah kepada SahibulSaif Shaykh Abdulkerim el Kibrisi (qs),
OSMANLI DERGAHI- New York
stock-vector-vector-vintage-borders-54193183 (2)

This entry was posted in OsmanliJB. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s